Diposkan pada GPU, Lokal, Review

[REVIEW] Yamaniwa – Netty Virgiantini

18876062Judul: Yamaniwa
Penulis : Netty Virgiantini
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama, 2013
ISBN : 978-602-03-0017-7
Rating : 3/5

Berkali-kali menjalin hubungan, namun selalu ditinggalkan, itulah yang dialami Niwa, pemilik Niwatasari Modiste. Kejadian itu bermula sejak sepuluh tahun silam, tepatnya sejak Niwa mengkhianati pacarnya, Yama. Bahkan sahabat Niwa menyebut hal ini sebagai karma, dan tidak menutup kemungkinan Niwa juga menderita sindrom “seribu derita cinta” macam si babi Pat Chai di Kera Sakti!

Niwa bingung, dan khawatir dirinya memang benar kena karma cinta seperti yang dikatakan sahabatnya. Perasaan bersalah juga menggelayuti hatinya sejak hari besar terungkapnya perselingkuhannya. Hingga kemudian, mantan yang diduakannya dulu, Yama, muncul di modiste milik Niwa … dan memesan kebaya pengantin untuk calon istrinya! Niwa makin yakin dirinya kena karma cinta, atau … ada unsur balas dendam yang melatarbelakangi kemunculan Yama dengan calon istrinya.

Sejak pertama kali melihat, saya sudah dibuat jatuh cinta dengan desain sampulnya yang cerah ceria. Ilustrasinya benar-benar menggambarkan sosok Niwa yang mungil berponi pagar dan… penjahit. Kalau tidak ada badge Amore, mungkin saya sudah terkecoh dan menyangka novel ini adalah novel teenlit saking imut dan cerianya sampul. Tata letak atau layoutnya juga sangat manis, dengan diselipkan gambar pernak-pernik menjahit di setiap awal bab.

Yamaniwa adalah buku kedua mbak Netty yang saya baca setelah The Kolor of My Life, namun rasanya saya sudah bisa mengenali ciri khas dari tulisan mbak Netty. Mulai dari banyolan yang sangat njawani dan juga cara beliau menyampaikan cerita. Pokoknya langsung terasa “aura Netty Virgiantini” setelah membaca beberapa bab. Saya sampai dibuat ngekek-ngekek karena guyonan yang diselipkan begitu membumi dan familier, juga realistis dan receh (mbuh guyon yang realistis itu kayak apa).

Penjabaran tentang jahit-menjahit dan macam-macam kain juga sangat ringan dan enak dibaca. Meski saya pembaca yang buta akan dunia tata busana, namun saya langsung bisa memahami dan bisa membayangkan seperti apa detail rancangan kebaya yang dibuat Niwa, tanpa buka KBBI atau mbah Gugel.

Sayangnya, beberapa bab awal yang menceritakan proses perselingkuhan Niwa rasanya kaku dan sama sekali tidak alami mengalir indah (halah mbulet dewe bosomu, Nay). Dan terkesan buru-buru macam dikejar ulo showo. Namun ketika masa remaja Niwa terlewati, semuanya berubah macam powrenjes(?). Narasinya kembali mengalir dan enak dibaca seperti tulisan mbak Netty yang saya kenal (padahal cuma Kolor yang pernah dibaca), pokoknya saya sukaaa. Sangat direkomendasikan untuk pecinta novel roman komedi.

Type Your Coment Here^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s