Diposkan pada GPU, Lokal, Review

[REVIEW] Spring in London – Ilana Tan

PicsArt_10-24-09.40.39Judul: Spring in London
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Cetakan ke-18 September 2014
Tebal: 240 halaman
ISBN: 978-602-03-1016-9

[Blurb]

Gadis itu tidak menyukainya. Kenapa?

Astaga, ia—Danny Jo—adalah orang yang baik. Sungguh! Ia selalu bersikap ramah, sopan dan menyenangkan. Lalu kenapa Naomi Ishida menjauhinya seperti wabah penyakit? Bagaimana mereka bisa bekerja sama dalam pembuatan video musik ini kalau gadis itu mengacuhkannya setiap saat? Kesalahan apa yang sudah dia lakukan?

Bagaimanapun juga Danny bukan orang yang gampang menyerah. Ia akan mencoba mendekati Naomi untuk mencari tahu alasan gadis itu memusuhinya.

Tetapi ada dua hal yang tidak diperhitungkan Danny. Yang pertama adalah kemungkinan ia akan jatuh cinta pada Naomi Ishida yang dingin, misterius, dan penuh rahasia itu. Dan yang kedua adalah kemungkinan ia akan menguak rahasia gelap yang bisa menghancurkan mereka berdua dan orang-orang yang mereka sayangi.

***

[Review]

Danny Jo, seorang model asal Korea Selatan yang berkesempatan menjadi asisten sutradara sekaligus model video musik. Danny adalah tipikal orang yang ramah terhadap siapa saja, baik lawan main maupun staff pembantu.

Naomi Ishida, gadis keturunan Jepang yang menetap di London, juga seorang model. Naomi cenderung misterius dan pendiam, bertolak belakang dengan Danny Jo yang lebih terbuka dan menyenangkan.

Keduanya dipertemukan di lokasi syuting karena sama-sama akan membintangi video musik garapan Bobby Shin. Danny menyapa Naomi dengan gayanya yang ramah, namun Naomi di sisi lain, begitu terkejut dan tercengang melihat Danny. Bahkan terkesan takut.

Sebenarnya aku sudah baca buku ini zaman dulu, entah tahun berapa. Kali ini aku bernostalgia dengan Ilana Tan, dan aku kembali jatuh cinta dengan gaya tulisannya yang luwes dan enak dibaca. Tidak heran, buku-bukunya selalu dinanti penggemar bacaan romansa.

Ketika awal-awal pertemuan, Naomi begitu dingin dan tampak tidak menyukai Danny Jo. Usaha Danny Jo terkesan sia-sia karena Naomi hanya menanggapi model tampan itu seadanya.

Dengan alur yang sangat rapat, aku dikejutkan dengn betapa cepatnya hubungan mereka mengalami eskalasi. Hari pertama syuting mereka masih orang asing, hari ketiga mereka bisa tertawa-tawa di set ketika kamera sedang menyala. Padahal sebelumnya disebutkan bahwa Naomi tipikal wanita yang tidak begitu menaruh minat untuk dekat-dekat dengan laki-laki.

Mengesampingkan perubahan yang menurut saya mendadak itu, Spring in London mengajak pembaca untuk terus mengikuti halamannya hingga tuntas.

Danny Jo dan Naomi semakin dekat. Keduanya masih berteman dan saling berhubungan meski syuting video musiknya sudah usai. Hal ini, pastinya adalah lngkah besar bagi Naomi yang biasanya selalu menghindari orang, terutama laki-laki.

Kedekatan mereka semakin membuat keduanya yakin bahwa ada sesuatu yang spesial di antara mereka. Ketika Danny diharuskan pergi untuk bekerja, rindu di antara keduanya kian menumpuk.

Namun masih ada masa lalu yng mengintai. Masa lalu yang buruk. Masa lalu yang begitu dirahasiakan oleh Naomi. Rahasia ini dapat menghancurkan apa pun yang telah terbangun di antara Danny Jo dan Naomi, karena melibatkan orang-orang penting dalam hidup mereka.

Memiliki masa lalu yang buruk dan sangat dirahasiakan membuat Naomi Ishida, model asal Jepang, mengalami trauma dan enggan dekat-dekat dengan laki-laki. Sampai ia bertemu dengan Danny Jo, semuanya berubah. Namun, tetap ada jarak di antara mereka, karena masa lalu Naomi melibatkan Danny.

Danny Jo seorang model yang bercita-cita menjadi sutradara terkenal, karenanya ia belajar kepada Bobby Shin di London. Hal itu mempertemukannya dengan Naomi, tetapi wanita itu tampak membecinya. Ketika mereka telah berteman, masih ada ketakutan dalam diri Naomi yang tidak dipahami Danny.

Ini adalah kali kedua aku membaca Spring in London. Masih dibuat jatuh cinta dengan tulisan Ilana Tan yang nyaman dan mengalir. Namun menurutku perkembangan emosi Naomi terlalu cepat berubah untuk ukuran seseorang yang memiliki trauma mendalam.

Ditulis melalui sudut pandang orang ketiga serba tahu, novel ini menjadi lebih mudah dipahami detail setiap kejadian, atau perasaan setiap tokohnya. Tokoh-tokoh di dalamnya pun masing-masing memiliki keunikan, baik tokoh utama maupun pendamping.

Pelajaran yang kudapat dari membaca novel ini adalah, tidak semua orang memiliki sifat dan perilaku yang sama. Untuk mendapatkan kebahagian, yang perlu dilakukan hanyalah saling terbuka dan memupuk kesabaran yang tiada habisnya. Kalau keduanya slsudah terpenuhi, kebahagiaan pasti mengikuti.

Secara keseluruhan, novel ini bagus. Cocok dibaca untuk menghabiskan waktu luang. Untuk kamu yang muak dengan romansa penuh skinship, Spring in London bisa menjadi pilihan.

Type Your Coment Here^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s