Diposkan pada Lokal, Penerbit BIP, Review

[REVIEW] Ask Me Like You Did – Jacq

IMG20171028101129-01Judul: Ask Me Like You Did
Penulis: Jacq
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Cetakan: Pertama, 2017
Tebal: 216 halaman
ISBN: 978-605-39-4865-9

Blurb:

Melupakan seseorang yang teramat berarti dalam hidup memang tidak mudah, aku tahu. Seolah-olah segala hal mengantarkanku pada satu sosok yng mengukir banyak kenangan.

Menjadi orangtua bersamanya. Memiliki anak-anak, membesarkan mereka.

Untuk menautkan lengan kami. Untuk membut jemari kami saling mengisi sela-sela yang ada. Untuk membuat semuanya baik-baik saja.

———————————

Pertama aku akan menyinggung tokoh, ada Taya Nunaya, atau dipanggil Nuna. Nuna adalah mahasiswi berusia 19 tahun, begitu mencintai pak dosennya, terkadang suka mikir yang ‘iya-iya’. Aku tidak menyalahkan Nuna, siapa pun pasti punya pikiran begini bila beepacaran dan berdua-duaan dengan dosen tampan.

Kemudian ada Fariel Fabian, atau Pak Fariel bagi mahasiswanya, dan Fabian/Ian saja bagi Nuna. Dia adalah dosen muda yang mengajar kelas Nuna, berusia 26 tahun. Alhamdulillah deskripsi pak Fabian ini nggak mendekati salah satu pak dosenku, kalau sampai iya, mati aku. Pasti DNF tak tega bayangin pak dosen wkwkwk /ditimpuk diktat/

Terakhir, ada beberapa tokoh pendamping yang memberi bumbu pada perjalanan cinta Nuna dan Pak Fabian. Mereka adalah teman-teman kuliah Nuna, tentu. Dan beberapa orang lain yang tidak bisa disebut, namun juga sangat penting dalam jalannya cerita.

Setelah berkenalan dengan tokoh-tokoh dalam novel ini. Kali ini kita bakal bahas sedikit mengenai hubungan Nuna dan pak Fabian.

Kisah ini ditulis dengan alur campuran. Yang sebenernya pada awalnya membuatku bingung karena tidak ada pembatas atara masa kini dan flashback-nya. But thats ok, aku akhirnya bisa ngeh setelah membaca beberapa paragraf berikutnya.

Nuna dan Pak Fabian menjalin kisah asmara yang disembunyikan alias backstreet. Kalau aku jadi Nuna pasti nyesek sih, bisa melihat pacar tapi tidak bisa menunjukkan kasih sayang. Mau kencan pun harus sembunyi dan mencari tempat yang agak jauh demi menjaga kerahasiaan hubungan mereka. Cuma, kadang aku gregetan sama Nuna yang suka kelewat parno takut ketahuan teman sekampusnya kalau sedang jalan dengan pak dosen.

Di kampus, mereka hanya bertukar senyum rahasia dan saling menggenggam tangan kalau tidak sengaja berpapasan di tangga yang sepi. Kemudian, mereka juga banyak menghabiskan waktu untuk belajar bersama, eh Nuna sih yang belajar, pak Fabian menemani dan terkadang mengajari. Awh, aku baper parah, itu romantis banget buatku.

Meski di tulis melalui sudut pandang orang pertama melalui Nuna, aku bisa merasakan betapa pak Fabian menyayangi cewek itu. Rasanya seperti membaca curhatan atau buku harian Nuna. Feel kampusnya terasa sekali, hanya saja pasti rasanya lebih real dan komplit kalau dijelaskan juga Nuna mengambil prodi/jurusan apa. Biar semakin greget membayangkan mumetnya hari-hari ujian Nuna.

Dalam pacaran, beda prinsip dan beda pandangn itu hal biasa. Seperti yang terjadi kepada Nuna dan pak Fabian, mereka memiliki pandangan yang berbeda akan jenjang hubungan mereka.

Pak Fabian yang cukup umur dan mapan ingin lekas menikah. Di sisi lain, Nuna yang seorang mahasiswi berusia 19 tahun tidak ingin buru-buru ke arah sana. Di sini, menurutku keduanya benar, baik pak Fabian maupun Nuna. Alasan keduanya sama-sama kuat, makanya pembaca dibuat galau karea tak tahu siapa yang harus digampar supaya sadar wkwkwk.

Nah, inilah menariknya novel ini selain romantisme sederhana Nuna-pak Fabian seperti yang kusebut kemarin. Eskalasi konfliknya dibangun dengan perlahan, nggak langsung BOOM! dijatuhkan seperti bom begitu. Hebatnya lagi, kak Jek gemar menarik-ulur perasaan pembaca, menambahi sedikit demi sedikit bumbu masalah sampai pada puncaknya … *take a deep breath* maaf tak bisa kusampaikan dengan kata-kata. Kalau tertuang, nanti aku semakin buka spoiler lebih dari ini 😂😂

Novel ini benar-benar diluar dugaan. Aku menyangka bakal mendapati kisah yang cerah-ceria ala anak kuliahan yang tanpa bebean berat. Ternyata aku salah, ada nilai-nilai yang lebih dalam daripada itu.

Dikemas dengan sudut pandang orang pertama, kisah ini mudah diikuti karena terasa seperti membaca buku harian Nuna meski terkadang aku mendapati ada kalimat yang kaku dan kurang efektif. Typo juga masih ditemui di beberapa bagian, tapi tidak begitu mengganggu.

Sebagai tambahan dan masukan dariku, mungkin penulis bisa menambahkan keterangan waktu saat menuliskan flashback, karena aku kemaren sempat ngecek halaman berkali-kali, takut ada salah cetak dari penerbit.

Poin yang paling kusukai dari novel ini adalah kekuatan masing-masing karakter, yang memegang teguh prinsipnya hingga akhir. Well, lagipula kalau jodoh tidak akan ke mana, jadi tak perlu menurunkan prinsip hidup hanya demi pacar.

Favoritku, jelas pak Fabian. Selain lucu karena gombalan-gombalan garingnya, pak dosen ini sangat husband-able dengan perhatian yang tiada habisnya. Cuman ya gitu, bapak ini ngeselin banget karena tarik-ulur dan nyaris memaksakan kehendak ngotot pengen nikah. Padahal aku eh Nuna kan masih kuliah, Pak.

Sangat direkomendasikan bagi pecinta genre romansa dan penikmat kisah guru-murid, terutama yang naksir dan memiliki fantasi liar menjalin asmara dengan pak guru/pak dosen!

Type Your Coment Here^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s