Diposkan pada GagasMedia, Lokal, Review

[REVIEW] Look at Me – Hany Refsa

IMG20180121173048-01Judul: Look at Me
Penulis: Hany Refsa
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2017
Tebal: vi + 383 halaman
ISBN: 978-979-780-914-0

Blurb:

Aku tahu dia sangat membenci keberadaanku saat aku di dekatnya. Namun, melihat wajahnya yang kubuat kesal, ia terlihat sangat menggemaskan. Aku tidak akan pernah bosan untuk menatap wajahnya, senyumnya, tawa candanya, alisnya yang mengerut, bibirnya yang dikerucutkan, bahkan wajah marahnya telah menjadi kesenanganku.

Aku tak pernah menduga sebelumnya, bahwa aku akan jatuh hati padanya. Aku ingin dekat dengannya….

She’s not my goal anymore but she’s my happiness.

——————————–

Kenneth menutup buku miliknya setelah ia menulis deretan isi hatinya.

Dialah Kenneth, seorang cowok yang tidak berani menyatakan cinta. Membuat ia menjadi sosok pecundang hati yang selalu bersembunyi di balik luka.

Apakah Kenneth menyerah begitu saja tanpa memperjuangkan cintanya, ataukah ia akan berani menanyakan isi hati gadis itu padanya?

—————————————————

Kisah diawali dengan pertentangan dua ketua geng yang paling tersohor di sekolah. The Stone, geng IPS yang dipimpin cewek bernama Klarisa dan OneWay, geng yang terdiri dari cowok-cowok IPA, dipimpin oleh Kenneth. Kedua remaja itu bersitegang lantaran sebuah kesalahpahaman yang melibatkan teman dekat Klarisa.

Sahabat Klarisa mencoret loker anak-anak OneWay dengan pilox, yang menyebabkan cewek itu harus mengecat ulang seluruh loker yang dirusaknya sebagai hukuman. Namun, ternyata ia ketiduran dan tanpa disangka ada Kenneth yang mengantarnya pulang. Sejak saat itulah interaksi yang lebih intens antara keduanya dimulai.

Semakin dalam Kenneth mengetahui tentang diri Klarisa, semakin cowok itu berkeinginan untuk dekat dengan Klarisa. Kenneth makin bertekad untuk membuat Klarisa sepenuhnya melupakan masa lalu yang masih membayangi.

Ini pertama kalinya aku membaca tulisan kak Hany Refsa dan aku cukup menikmatinya karena kisah Kenneth-Klarisa pada bab-bab awal sangat manis. Membuat baper istilahnya kalau mengikuti istilah kekninian.

Kenneth menyatakan perasaannya kepada Klarisa di lapangan sekolah, disaksikan oleh seluruh penghuni sekolah. Sejak saat itu, Kenneth mengklaim Klarisa sebagai pacarnya. Sweet! Terlebih, keluarga Klarisa benar-benar mendukung total kedekatan kedua muda-mudi itu

Meski Klarisa bukan cinta pertamanya, Kenneth benar-benar tulus terhadap Klarisa. Ia bahkan meminta cewek itu untuk memenuhi ‘Things to do with my girlfriend’. A bit cheesy, tapi karena mereka masih unyu-unyu anak SMA, malah terasa menggemaskan.

Seiring waktu berjalan, Kenneth perlahan membuat Klarisa luluh. Hubungan mereka makin hari makin terlihat mesra meski sebenarnya Klarisa belum sepenuhnya menerima Kenneth. Di saat yang bersamaan, seseorang dari masa lalu Klarisa datang … seseorang yang telah meninggalkan luka dan cinta di hati Klarisa.

Look At Me benar-benar di luar ekspektasiku. Awalnya aku menyangka hanya akan disuguhi kisah percintaan ala anak ABG yang manis dengan konflik khas fiksi remaja yang tidak sebegitu dalam. Namun, kak Hany Refsa menawarkan warna lain. Selain persaingan asmara antarremaja, permasalahan dan persaingan dalam keluarga turut disertakan.

Look At Me menggunakan alur campuran, memudahkan pembaca untuk mengetahui dan memahami akan apa yang sebenarnya terjadi atau dasar atas tindakan-tindakan yang diambil si tokoh.

Sejauh ini, bahasa yang digunakan penulis cukup mengalir. Namun, aku sedikit tidak menyukai pemilihan kata ‘pria’ untuk menggambarkan Kenneth dan tokoh-tokoh lain yang statusnya masih pelajar SMA. ‘Pria’ biasanya digunakan untuk menggambarkan laki-laki dewasa, sedangkan Kenneth dkk masih berseragam putih-abu, jadi bagiku pribadi terkesan aneh. Selebihnya, lumayan oke.

Kalau membicarakan karakter, aku paling suka dengan karakter Kenneth dan Jeremy karena mereka berani merelakan demi kebahagiaan orang yang mereka sayangi. Terutama Kenneth, yang selain merelakan, dia juga berjuang untuk memenangkan hati Klarisa.

Untuk Klarisa sendiri, jujur aku tidak suka karakter cewek ini karena cenderung plin plan dan sangat egois. Hanya mengedepankan kesenangannya sendiri tanpa mau memandang orang-orang di sekitar yang memedulikannya. Kesan ketua geng yang digambarkan di bab awal juga nggak ngena di Klarisa, tapi ini bisa dimaklumi karena premis utama cerita bukan tentang geng-geng sekolah.

Seperti yang kusebutkan, aku suka dengan konflik yang disajikan dalam Look At Me yang selain persaingan dalam percintaan, juga persaingan dalam bisnis dan keluarga.

Novel ini dibagi menjadi dua masa, ketika para tokoh utama masih duduk di bangku SMA, dan ketika mereka telah beranjak dewasa. Aku pribadi lebih menyukai ketika tokoh-tokohnya sudah dewasa dan matang dalam memutuskan setiap pilihan.

Gaya bahasa dan tulisan kak Hany Refsa juga lebih cocok disajikan ketika tokohnya sudah matang. Seperti penggunaan kata ‘pria’ dan kekuatan emosi, lebih mantap di paruh kedua ketika mereka dewasa. Aku mendapati beberapa saltik, namun tidak begitu menganggu.

Meski demikian, bagian awal-awalnya ketika mereka masih berseragam putih abu-abu juga tak kalah menarik. Perjuangan Kenneth dan interaksi antara ia dengan Klarisa begitu manis. Bagi pembaca kisah romansa manis khas remaja yang disambung dengan kehidupan dewasa para tokohnya, aku sarankan untuk membaca novel Look At Me.

Type Your Coment Here^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s