Diposkan pada Lokal, Penerbit Clover, Review

[REVIEW] Project D – Elsuya

IMG20171028103201-01Judul: Project D
Penulis: Elsuya
Penerbit: Koloni (imprint M&C)
Tahun Terbit: 2017
Tebal: 224 halaman
ISBN: 978-602-42-8577-7

Blurb:

Project D adalab sebuah grup detective SMA yang misinya membantu cewek-cewek agar tak tertipu oleh cowok iseng!

Kia berinisiatif membuat project D setelah kisah LDR-nya kandas akibat sebuah pengkhianatan. Namhn jika untuk menyelesaikan misi, Kia harus berhadapan dengan Devan–cowok antisosial yang hobinya menghabiskan waktu di depan komputer–masih bisakab Kia menyelesaikan misi Project D?

——————————————

[Review]

Novel ini diawali dengan kisah Kia yang harus berpisah dan LDR dengan pacarnya, Alan, yang akan pindah ke Malang. Awalnya, sih, hubungan mereka baik-baik saja, Alan rutin menghubungi Kia. Tapi akhir-akhir ini, Alan susah dihubungi dan tidak pernah lagi memberikan perhatian layaknya pacar.

Di tengah kegalauannya, Kia mendapat ‘surat cinta’ dari Devan, teman sekelasnya yang super culun, ketinggalan zaman, dan antisosial. Kia jelas harus menolak, dong, karena Devan yang kuno nggak bisa dibandingkan dengan Alan yang sempurna.

Devan pun tidak habis pikir, bisa-bisanya cewek itu mengira ia mengirimkan surat cinta dan menembak Kia. Gila! Padahal Devan hanya ‘titip’ surat itu dalam rangka membalas keusilan Arga, satu-satunya sahabatnya. Ah, dasar cewek alay sok pupuler!

Ini pertama kalinya aku membaca karya kak Elsuya, and I’m like … Wow! Seru banget kisah Project D ini! Bahasanya dikemas dengan apik, tetap santai khas fiksi remaja, namun juga dirangkai dengan indah dan lugas.

Pokoknya, novel ini benar-benar di luar ekspektasiku. Kupikir sejak awal Project D yang digawangi Kia dkk ini sudah terbentuk sejak awal, ternyata perjalanan yang melatar-belakangi dibentuknya tim detektif SMA ini dikisahkan dengan detail. Aku suka!

Bagi Devan, Kia adalah tipikal cewek zaman sekarang yang membutuhkan pengakuan publik dan sok populer. Ki juga alay dan sangat konyol, juga nekat dan berpikiran pendek karena berani menyusul Alan, pacarnya, sampai ke Malang sendirian. Malang!

Bagi Kia, Devan adalah cowok culun antisosial, kuno, dan norak dengan tampilannya yang geek dengan kacamata, celana pipa, dan sepatu pantofel. Selain itu, tersiar gosip bahwa Devan adalah cowok badung, saking badungnya pernah didiskualifikasi dari Olimpiade karena masalah serius. Meski begitu, Devan jenius dalam hal IT dan mau tak mau Kia harus meminta tolong Devan untuk memata-matai Alan di Malang sana, mencari tahu mengapa cowok itu mendadak memutus komunikasi.

Namun, pepatah ‘don’t judge a book by its cover’ sangat cocok digunakan dalam situasi ini. Baik Devan maupun Kia makin menyadari bahwa penilaian keduanya sama-sama salah. Benar, aku menangkap bahwa kita tidak boleh serta-merta menghakimi atau memakan mentah-mentah gosip kalau kita tidak mengenal seseorang dengan baik.

Selain Kia dan Devan ada banyak tokoh pendamping lain yang membuat kisah Project D ini semakin menarik dan seru untuk diikuti. Ada Arga, si ‘singa’yang menjadi teman baik Devan. Juga Inez dan Karen, sahabat-sahabat Kia. Dan beberapa tokoh lain yang bermunculan sesuai perkembangan cerita.

Tokoh favoritku, tentu Devan, dong! Meski penampilannya tidak kekinian, tapi dengan sangat mengejutkan, dia bermulut tajam. Juga diam-diam menaruh perhatian meski kelihatannya cuek bebek. Sedari dulu aku suka tipikal tokoh begini, unik!

Banyak sekali hal-hal yang harus dilewati Kia untuk membentuk project D. Mulai dari menangkap basah Alan yng mengkhianatinya, hingga syarat aneh Devan agar cowok itu bersedia menjadi bagian grup detektif besutan Kia. Untunglah Kia tahan banting hingga bisa melewati semuanya, hingga Project D terbentuk.

Setelah Project D terbentuk pun ada rintangan yang harus Kia hadapi. Selain sepi ‘orderan’, Kia juga berusaha membujuk teman-temannya agar turut berpartisipasi dalam proyek detektifnya. Beruntung, Devan selalu sabar mengikuti kemauan Kia meski cowok itu masih bertahan dengan sikap sinis yang sangat saya sukai.

Ketika akhirnya ada masalah datang, masalah tersebut datang bertubi-tubi. Bahkan mengancam hubungan persahabatan Kia dengan kawan-kawannya dan juga menciptakan jarak antara Kia dengan Devan. Belum usai satu masalah, masalah lain muncul yang melibatkan mantan pacar Devan.

Baru pertama kali membaca karya Elsuya, saya dibuat sangat menyukai gaya tulisannya. Novel ini cukup kaya dalam pemilihan kosa kata, dan meski ditulis dengan bahasa yang lugas, tetap terasa santai tanpa menghilangkan identitasnya sebagai fiksi remaja.

Kisah petualangan Kia, Devan, dan kawan-kawan sangat seru! Tidak hanya melulu tentang cinta, novel ini dikemas apik dengan membawakan kisah persahabatan yang kadang manis kadang pula pahit. Selain itu, petualangan dan pemecahan masalah yang dilakoni Project D juga menarik. Meski masalahnya sederhana, pembaca juga turut dibuat bertanya-tanya akan apa yang sebenarnya terjadi.

Hanya saja, ada beberapa hal yang masih samar. Seperti, tentang bagaimana adik Arga dapat mengenali Kia di stasiun, itu masih menjadi tanda tanya bagi saya. Selain itu, buku ini sepenuhnya memuaskan saya sebagai penggila fiksi remaja.

Oh, terakhir, saya sangat suka sekali endingnya. Penulis benar-benar berhasil menggarap endingnya. Bila ditanya, tipikal ending seperti novel Project D ini yang menjadi favorit saya.

Type Your Coment Here^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s