Diposkan pada Histeria, Lokal, Review

[REVIEW] The Perfect Charm – Dy Lunaly

IMG20171203103612-01Judul: The Perfect Charm
Penulis: Dy Lunaly
Penerbit: Histeria
Tahun terbit: 2017
Tebal: 435 halaman
ISBN: 978-602-6673-84-8

Blurb:

Dewasa berarti terpaksa meninggalkan kenyamanan yang memabukkan dan berkenalan dengan kesedihan serta ketidaksempurnaan. –Dhe

Dhe memiliki kehidupan yang sempurna. Menawan, mapan, berprestasi, dan terkenal. Tidak ada yang menyangka di balik itu semua Dhe menyimpan sebuah rahasia yang menjadi alasan dia membentengi diri dari cinta. Sejak itu Dhe memutuskan untuk melupakan cinta, apalagi pernikahan.

Hingga dia bertemu Satria.

——————————–

Ini kali pertama aku membaca tulisan kak Dy Lunaly, dan aku cukup menikmatinya. Bahasanya mudah dipahami, sehingga membaca buku setebal ini dengan font lumayan kecil dapat kuhabisi dalam waktu cukup singkat.

Untuk penokohan, aku justru tertarik dengan Ahsan sebagai tokoh pendamping. Dia yang paling memahami Dhe dan mampu membangkitkan suasana ceria dalam kisah hidup Dhe yang suram. Benar-benar memainkan peran sebagai saudara sekaligus sahabat yang baik dengan porsi yang pas.

Untuk Dhe sendiri sebagai tokoh utama, terkadang aku dibuat gemas karena kekeraskepalaannya. Namun anehnya meski kesal, aku juga dibuat menyukai sosoknya, terlebih ketika mengetahui alasan-alasan ia menjadi pribadi yang sangat tertutup dan begitu membentengi diri dari berbagai macam emosi.

Satria juga sangat menarik karena kegigihannya untuk memperjuangkan Dhe tidak pernah luntur sejak awal hingga akhir. Namun entah mengapa aku merasa bahwa karakter Satria tidak terlalu kuat, ia timbul tenggelam di sepanjang kisah yang dituturkan melalui sudut pandang Dhe.

Selain itu, ada lagi tokoh Alena, kakak Dhe yang digambarkan sangat sempurna oleh Dhe sendiri namun ternyata juga memiliki sisi gelap dalam hidupnya. Seperti Ahsan, aku juga tidak begitu menyukai tokoh Alena yang egois dan selalu ingin menjadi pusat perhatian. Namun, karakternya yang seperti itu justru melengkapi kisah pasang-surut hubungan persaudaraan antara Dhe-Alena yang sangat kental dikisahkan di novel The Perfect Charm ini.

The Perfect Charm ditulis melalui sudut pandang orang pertama, melalui Dhe. Hal ini membuat kekeraskepalaan Dhe menjadi dapat mudah dipahami pembaca karena Dhe mendeskripsikan dengan detail apa yang terjadi kepadanya hingga terbentuk pribadi yang begitu tertutup.

Namun, aku merasa beberapa bagian terlalu bertele-tele. Beberapa hal dideskripsikan dengan detail yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan untuk membuat cerita menjadi berkesinambungan. Justru yang bagiku perlu diceritakan lebih gamblang malah tidak ada, seperti usaha-usaha Satria untuk berusaha berbicara dengan Dhe. Memang sudah disebutkan, tapi bagiku bakal lebih ciamik apabila porsi Satria dan sikap kesatrianya ditambah.

Meski demikian, aku tidak merasa bosan membaca novel ini. Bisa dikatakan, Dy Lunaly benar-benar maestro dalam memainkan kata-kata. Banyak sekali ditemukan kutipan-kutipan menarik yang terdapat dalam buku ini. Kutipan-kutipan tersebut bisa ditemukan di hampir setiap bagian novel.

Untuk konfliknya, aku sangat suka karena selain kisah percintaan Dhe yang jatuh bangun akibat insecurity-nya, konflik keluarga juga begitu kental diangkat. Membuat kita menyadari betapa pentingnya komunikasi agar tidak terjadi kesalahan persepsi yang malah membuat kita semakin menciptakan jarak.

Untuk saltik, ada satu dua, tetapi tidak mengganggu. Hanya spasi antarparagraf yang terlalu lebar, yang mungkin bisa diperbaiki pada cetakan berikutnya buku ini.

Untuk kamu yang menyukai kisah romansa sekaligus konflik keluarga yang bagus, kamu bisa membaca novel The Perfect Charm. Bagaimana proses Dhe keluar dari zona insecure dan mulai mencintai dirinya sendiri, itu sangat menarik diikuti.

Type Your Coment Here^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s