Diposkan pada Lokal, Penerbit BIP, Review

[REVIEW] Crazy Stupid Revenge – Sophia Hanna

Processed with VSCO with 10 presetJudul: Crazy Stupid Revenge
Penulis: Sophia Hanna
Penerbit: Bhuana Sastra
Tahun terbit: 2018
Tebal: 320 halaman
ISBN: 978-602-455-584-9

Blurb:

Awalnya, Aerin menyamar sebagai laki-laki agar bisa melamar di perusahaan milik mantan pacarnya, Archer. Dia ingin membalaskan dendam kepada Archer karena telah merenggut nyawa keluarganya, termasuk sang calon bayi. Tapi sial, Aerin justru terjebak dengan “Pak Bos Direktur”–sekaligus kakak tirinya Archer–yang tidak berperikemanusiaan, bernama Aiden alias Alien Mars.

Rumor mengatakan bahwa Aiden alergi perempuan. Aerin pun jadi penasaran dengan sikap aneh laki-laki itu.

Lalu bagaimana dengan rencana balas dendam yang sudah berkali-kali gagal?

————————————

Review:

Judul novel ini sangat merepresentasikan isi ceritanya; Crazy Stupid Revenge. Yep, balas dendam yang sinting dan bodoh membawa Aerin bekerja di bawah Aiden sang bos besar Genesis yang sangat antipati terhadap perempuan.

Loh, kok Aerin bisa bekerja sebagai sekretarisnya, sedangkan dia perempuan? Nah di sinilah letak kegilaannya, Aerin menyamar sebagai laki-laki! Kenapa bisa tidak ketahuan? Apakah Aerin meretas database milik Kemendagri? Apa mantannya, Archer, yang notabene satu gedung kantor tidak bakal mengenali wajahnya?

Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut menghinggapi kepala kalian, percayalah aku juga bertanya-tanya. Namun, tidak perlu khawatir karena semuanya terjawab dengan mulus di dalam novel setebal 320 halaman ini. Aerin menggunakan identitas milik kakaknya, Aeric, yang tewas dalam insiden yang mengantarnya pada balas dendam ini. Insiden yang turut membuat wajah Aerin rusak dan kudu dioperasi plastik hingga wajahnya sepenuhnya berbeda, karenanya perempuan ini dapat melenggang ringan tanpa takut bakal terpergok ngibul.

Ya aku tahu hal yang kusebutkan itu sudah termasuk spoiler, tetapi hal itu wajib kukasih tahu ke kalian supaya tidak kebingungan ketika aku membahas penokohan dan konflik-konflik yang tersaji dalam novel ini.

Membahas penokohan, yang tidak boleh dilewatkan tentu adalah Aerin alias Aeric. Ia perempuan yang cukup ceria dan cerewet, bahkan dalam penyamaran transgendernya. Aerin memiliki rasa dendam yang begitu besar terhadap Archer yang menjadi dalang atas kematian seluruh keluarganya. Sayangnya rasa benci dan dendamnya terhadap Archer tidak terlalu dieksplorasi sehingga malah membuat rasa dendamnya, menurutku, terkesan kekanakan.

Kedua, ada Pak Bos Alien Mars kita, Aiden. Selain alergi terhadap perempuan, Aiden juga tipikal bos dalam novel roman lainnya, dingin dan pelit senyum hingga mendapat julukan Alien Mars dari Aerin. Alergi yang diderita Aiden ini benar-benar alergi seperti kalian yang menderita alergi protein, langsung gatal-gatal ketika bersinggungan langsung dengan sumbernya. Hal ini terjadi karena masa lalu teramat buruk yang dilalui Aiden pada masa kanak-kanaknya.

Kemudian ada Archer, si penjahat utama yang sama-sama dibenci oleh Aerin maupun Aiden. Nah ini aku merasa porsi Archer terlalu sedikit. Padahal ia menjadi aktor utama atas insiden-insiden buruk yang terjadi. Aku tidak bisa membaca karakter tokoh ini selain bahwa dia licik, materialistis, dan jahat. Eh tapi ia juga sama seperti Aiden, memiliki masa lalu buruk yang membuatnya menjadi pribadi seperti itu.Ya meski itu tidak bisa menjadi pemakluman atas semua tindakannya.

Kemudian ada Oliver, sahabat Aerin yang selalu siap sedia membantu apa pun yang diperlukan Aerin untuk melancarkan balas dendamnya. Ada pula Emma, tunangan Archer sekaligus sahabat Aiden sejak kecil. Peran Emma juga seharusnya lebih diolah sehingga tidak hanya menjadi tokoh tempelan, padahal ia menjadi tokoh kunci yang menjadi katalis atas puncak dan resolusi konflik dalam buku ini.

Dalam perjalanan kisahnya, akhirnya terbongkar kedekatan Aiden dan Aeric. Publik menuduh mereka sebagai pasangan homo sehingga demonstrasi terjadi. Para pemegang saham juga menuntut Aiden untuk undur diri dari jabatannya demi menjaga citra perusahaan.

Ini adalah poin favoritku dalam buku ini. Menunjukkan banget bagaimana masyarakat kita sebagian besar masih mengidap homophobia. Hanya karena orientasi seksualnya dinilai menyimpang, orang langsung ramai-ramai ingin menurunkan Aiden. Padahal prestasinya dalam mengembangkan perusahaan sangat luar biasa. Namun, masyarakat lebih suka menilai dia dari jenis kelamin pasangannya, bukan dari kinerjanya.

Aku sedih membayangkan kalau hal ini benar-benar terjadi di luar sana. Segenius dan secemerlang apa pun kinerjamu, kalau pacarmu sesama jenis otomatis orang bakal menutup mata akan prestasi yang pernah dicapai. Padahal sama-sama manusia dan sama-sama berhak nyari penghidupan. So sad akutu.

Tapi jangan khawatir, bagi kalian yang tidak terbiasa atau jijik dengan interaksi gay-ish, kalian masih dapat menikmati novel ini. Meski interaksi Aeric dan Aiden cukup intens, sama sekali nggak ada vibe homo/gay di dalam novel ini. Rasanya tetap interaksi cowok-cewek meski di hampir separuh halaman Aiden tidak mengetahui jenis kelamin Aeric.

Crazy Stupid Revenge menjadi buku pertama dari kak Sophia Hanna yang kubaca. Pemilihan katanya aku suka, membuat novel ini sangat ringan dan mudah diikuti. Tipikal bacaan yang bakal habis dibaca dalam sekali duduk.

Ide office-romance sudah cukup umum dalam kancah perbukuan nasional, tapi kini penulis menghasilkan sesuatu yang berbeda dengan memasukkan unsur penyamaran transgender di dalamnya. Ya meski plotnya lumayan bisa ditebak, tapi novel ini tetap menarik untuk dibaca.

Proses pendekatan antartokoh utamanya sebenarnya cukup menarik bila Aerin tetap menjadi Aerin, alih-alih Aeric. Interaksinya dengan Aiden yang sangat fluffy justru aneh ketika Aiden masih meyakini bahwa sekretarisnya adalah laki-laki. Mau dikata malexmale tapi terlalu imut, mau dibilang manis justru aneh karena masih maleXmale *aduh maafkan bahasaku yang ribet*. Beberapa bagian dan scene terlalu dramatis dan terkesan buru-buru. Namun, tetep cakep karena disertai dengan kilas balik-kilas balik masa lalu buruk yang dialami tokohnya. Membuat perasaan dan tindakan mereka jadi mudah dimengerti.

I recomend this book untuk you-you yang demen dengan cerita ringan dan unik dengan gaya bahasa yang tidak njlimet. Cocok nih dibaca saat weekend sembari ngemil nastar dan kastangel ehehe.

Type Your Coment Here^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s