Diposkan pada Histeria, Lokal, Review

[REVIEW] Legacy – Pratiwi Mayasari

IMG20180228174820-01Judul: Legacy
Penulis: Pratiwi Mayasari
Penerbit: Histeria
Tahun terbit: 2017
Tebal: 355 halaman
ISBN: 978-602-5469-50-3

Blurb:

Valerie mencoba menolak statusnya sebagai seorang Legacy. Selama 15 tahun neneknya menyembunyikan nama keluarga mereka, membuat semua orang berpikir klan Travis sudah punah bersama kematian ibunya. Kini ia harus hidup dengan semua yang ia benci dari seorang Legacy: perhatian publik, segala perlakuan istimewa, status sosial, dan kedekatan dengan keluarga kerajaan. Bahkan saat upacara penobatannya sebagai seorang Legacy yang siap bertugas, ia masih ragu untuk mengucapkan sumpah setia–atau lebih tepat disebut sumpah mati–untuk melindungi keluarga kerajaan.

***

Review:

Legacy, yang mendasari judul novel ini, adalah kelompok keturunan darah biru yang menjaga keluarga kerajaan. Berada di luar struktur resmi pemerintahan, mereka adalah orang-orang terpercaya, bahkan melebihi Perdana Menteri. Pendidikan akademik, fisik, dan moral telah mereka dapatkan sedari kecil demi mengemban tugas sebagai seorang Legacy.

Ada enam klan Legacy yang tengah menempuh pendidikan di SMA Pinewall, semuanya memiliki karakteristik bertarung dan perwatakan yang berbeda. Berikut enam remaja tersebut:

1. Killa Astain, ketua Young Legacy Board. Petarung jarak dekat, pemimpin, dan ahli strategi. Paling ramah di antara anggota lain, tetapi tersiar kabar bahwa ia memiliki sisi gelap, bahwa ia tidak menghadiri pemakaman ibunya.

2. Fira Ravendall, si penembak jitu. Periang namun moodnya dapat berubah tiba-tiba. Memiliki mata yang tajam hingga mengenali ekspresi mikro di wajah seseorang, sehingga ia dapat mendeteksi kebohongan. Bila berdebat, selalu menang karena dapat memutar logika setiap ucapan lawan.

3. Kirara Yllusa, si pintar dan genius. Sejak kecil disiapkan untuk menjadi dokter keluarga kerajaan. Tidak banyak bicara, lebih senang mengurung diri di perpustakaan.

4. Gun Rofallo, petarung sejati. Bisa menggunakan berbagai macam senjata, tetapi paling menguasai pertarungan dengan tangan kosong. Dikabarkan ia dapat meremukkan leher orang hanya dengan satu gerakan.

5. Davis Etherwind, Legacy termuda. Memenangkan kejuaraan anggar profesional di usia sebelas. Kabarnya, ayahnya adalah pria yang menyelesaikan segala masalah yang tak terselesaikan–pembunuh berdarah dingin andalan keluarga kerajaan.

6. Valerie Travias, anggota paling baru. Besar di desa sebagai penggembala ternak dan petani apel. Baru saja mengetahui statusnya sebagai bagian dari Legacy ketika masuk SMA Pinewall. Menderita demam panggung akut, tetapi juga sangat gigih dan mudah belajar.

Selain keenam Legacy muda tersebut, terdapat beberapa tokoh lain yang turut menyemarakkan jalannya cerita. Salah satunya adalah Ovta, cewek yang menjadi teman Valerie sejak ia pertama kali masuk ke SMA bergengsi tersebut.

Aku bakal bilang kalo aku benar-benar menikmati membaca buku ini. Rivera, negara monarki rekaan penulis dijelaskan dengan apik, terutama penjabaran tentang Legacy sebagai penjaga keluarga kerajaan.

Selain itu, setting di SMA Pinewall di mana Valerie dan lima anggota Legacy muda lain juga diutarakan dengan cantik. Detail suasananya begitu terasa, pendeskripsiannya aku benar-benar sukaaa. Penulis sangat cerdik mengolah kata-kata sehingga meski deskripsi tempat dan suasana dijabarkan dengan panjang lebar, sama sekali tidak terasa membosankan.

Dunia fantasi yang diciptakan begitu mudah tervisualkan di dalam kepala, semuanya terasa nyata. Bisa dikatakan, penulis benar-benar total dalam menuliskan tatanan dunia yang diciptakannya.

Aku mau ngetik lebih banyak, cuman biasanya aku suka kebabalasan sampai secara tidak sadar mencantumkan spoiler. Karenanya, aku bakal menghentikan sampai di sini. Tapi serius, Legacy benar-benar keren. World building-nya mantap! Ketakutanku bakal mendapati kisah ini ditulis setengah-setengah langsung amblas tidak bersisa.

Membicarakan Legacy, kali ini aku bakal membahas hal-hal yang membuat aku jatuh cinta dengan novel ini. Hal-hal yang biasanya paling aku sorot ketika membaca buku. Kalau poin-poin ini lolos, jaminan rating minimal 4 bintang dariku bakal langsung dikantongi oleh si buku /halah ngoceh apa sih/

Pertama, aku benar-benar suka penggambaran setiap tokohnya. Biar kukasih tahu bahwa tokoh dalam novel Legacy ini sangat banyak. Namun, masing-masingnya memiliki karakter yang kuat dari awal hingga akhir, juga konsisten. Meski tokoh Valerie mengalami perkembangan, tapi itu tetap tidak menghikangkan cirinya sebagai Valerie yang dijelaskan sejak awal.

Seringkali aku mendapati banyak penulis kesulitan untuk memberikan karakter unik yang membedakannya dengan tokoh lain, tetapi kak Maya berhasil memberikan ‘nyawa’ kepada masing-masingnya, termasuk kepada tokoh pendamping yang mendapat porsi sangat sedikit.

Selain itu, novel Legacy membuatku betah untuk membacanya karena tata bahasanya yang apik dan penggambaran setiap adegan maupun suasananya sangat asyik. Perasaan ketika membaca novel ini serupa dengan perasaan ketika aku membaca novel terjemahan yang mengambil genre serupa.

Aku berikan 4.5 bintang untuk buku luar biasa ini! Dengan senang hati aku bakal mengulang-ulang bahwa buku ini keren, aku suka segala aspeknya. Mulai dari karakter, pemilihan diksi, world building, pokoknya semua aku suka.

Seperti yang pernah kubilang sebelumnya, buku ini benar-benar memenuhi harapanku. Aku yang sempat pesimis bakal mendapati buku ini tidak akan begitu spektakular /jahad, iya tahu/ ternyata salah besar. Buku ini nyatanya benar-benar sesuai harapanku.

Konflik dan keseluruhan jalan cerita juga menipuku awalnya. Aku sempat menyangka bahwa novel ini bakal berisi cinta-cintaan remaja yang menye-menye, tetapi lagi-lagi aku salah /kebanyakan suuzon sih lu, Ai/

Namun demikian, ada celah yang membuatku terganggu ketika membaca novel ini, meski ini hanya teknis. Pertama, cara menuliskan elipsis dan paragraf yang campur aduk setiap ada dialog tokoh yang terpotong “–” /apa sih ini namanya? Pokoknya itu lah/ selain itu everything is fine.

Novel ini sangat cocok bagi kalian yang menyukai fantasi atau fiksi remaja. Legacy termasuk bacaan ringan yang tidak terlalu ringan /halah/ tapi seriusan, meski kalian tidak suka fantasi pun pasti bakal suka dengan novel ini! Oh, kuyakin banget baka ada Legacy jilid 2, aku bakal jadi orang pertama yang membeli begitu naik cetak.

Tokoh favoritku, tentu Valerie. Karena di balik kesembronoan dan keluguannya, dia benar-benar cewek yang kuat baik dari segi fisik maupun mental. Aku juga suka Fira, she’s badaaaaassssss😂

Tokoh cowok, sejak pertama kemunculannya, aku sangat tertarik dengan Davis /kedip-kedip genit/ pokoknya dia keren dan yang paling tulus meski hawanya suram-suram wangi /plakk/ Justru cowok tipikal Killa itu yang menakutkan dan kudu dihindari.

Type Your Coment Here^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s