Diposkan pada Blogtour, Lokal, Review, Twigora/Roro Raya Sejahtera

[BLOGTOUR] Chit-Chat Bersama Rufin Dhi, Penulis The Man Who Plays Piano

20180928_142406_0001Halooo, Teman-teman! Kini blogtour novel The Man Who Plays Piano menyambangi blog-ku. Hari ini aku membagikan hasil chitty-chitty chat-chat bersama kak Rufin Dhi selaku penulis. Penasaran apa saya yang kutanyakan dan bagaimana kak Rifi menjawab? Check this out!

Sebelum masuk ke sesi Q&A, ini lebih oke kalau kenalan dulu dengan penulisnya, kan? Seperti kata pepatah, tak kenal maka nggak mungkin sayang wkwk. Nah ini dia profil singkat kak Rufin Dhi alias kak Rifi 😍

RUFIN DHI adalah nama pena milik Rifina Dwiseptia Hanafi. Penulis yang lebih akrab dipanggil Ipin ini lahir di Pontianak, 4 September 1997. Kini tinggal di Kota Depok, dan berstatus sebagai seorang mahasiswi di program studi Ilmu Perpustakaan, Universitas Indonesia.
Sudah menyelami dunia kepenulisan sejak tahun 2009. A Man Who Plays Piano adalah novel keduanya. Novel pertamanya berjudul The Joker’s Secret (DAR!Mizan, 2013). Selain itu, pernah memenangkan belasan lomba menulis dan berkontribusi dalam beberapa buku antologi, yaitu Fragmentasi Ciuman di Bawah Hujan (Hubsche Maedchen, 2012), Kejutan Sebelum Ramadhan #20 (Nulisbuku, 2013), Ground Zero (Divapress, 2014), dan Diakritik dalam Edensor Waktu (Parade Puisi, 2017).
Cukup aktif di blog pribadinya, rufindhi.wordpress.com. Tidak perlu sungkan untuk menyapanya di sana, atau bisa juga diajak ngobrol lewat instagram (@rifihana) dan surel (rifinahanafi@gmail.com).

Nah, udah kenal, kan? Udah sayang, kan? Kalau udah, yuuuks langsung cuss baca hasil aku ngepoin kak Rifi. Enjoy!

Me: Terinspirasi dari mana novel The Man Who Plays Piano? Adakah musisi atau seseorang yang kakak kenal yang menjadi inspirasi?

Kak Rifi: Sejujurnya, ide naskah novel ini pun muncul secara tiba-tiba dan, semacam, slebor. Inspirasinya muncul dari games piano yang kumainkan di HP saat sedang mencari ide dan berpikir bahwa konsep piano ini sepertinya menarik kalau dibikin tulisan. Dari situ aja udah yang slebor banget kan cari idenya juga. 😂 Untuk musisinya, lebih kepada inspirasi kedua (dan karena aku jatuh hati sama permainannya), yaitu Yiruma dan beberapa pianis klasik, seperti Chopin dan Mozart.

Me: OMG! Akhir-akhir ini aku juga demen banget dengerin Mozart sama Chopin meski Chopin tetep juarak! Apalagi Nocturne No. 20 in C sharp minor :”( Terus, apa sih kesulitan-kesulitan ketika menggarap novel ini?

Kak Rifi: Writer block hasil dari rasionalisasi rasa malas, hahaha. Aku sendiri menyadari bahwa writer block itu tidak ada, lebih kepada rasa malah yang menjadi kedok aja. Buktinya, setelah kupaksakan menulis, mood menulis itu bisa muncul kembali walaupun hasil tulisannya tidak selalu langsung sesuai ekspektasi (yang akan menjsdi urusan tahap editing). Kesulitan lainnya, pembuatan novel ini sempat bersinggungan dengan UTS dan UAS di kampus, pun mengejar deadline-nya berbarengan dengan UAS yang bentuknya proyek. Walaupun begitu, alhamdulillah keduanya bisa terlewati dengan baik. 😄

Oh, kesulitan lain, terutama faktor internal dari novel itu sendiri, adalah membuat deskipsi yang baik dan menarik, terutama penampilan tokohnya. Aku bukan termasuk penulis yang berdiksi indah, atau punya variasi diksi yang rupawan. Itu menjadi suatu tantangan untukku yang nggak jarang juga membuatku agak pesimis. Tapi, aku selalu membisiki diri sendiri kalau tidak bisa berdiksi indah bukan berarti tidak bisa menulis novel.

Me: Hadudududu kalo suda kena tugas-tugas dari dosen emang susah. Aku biasanya sampe lupa pulang, lupa baca dan lupa ngapa-ngapain. I feel you, Kak wkwk. Oh ya, jika suatu saat novel ini diangkat ke layar lebar, aktor/aktris siapa yang menurut kakak cocok memerankan?

Waduh, ini semacam impian yang mau kuimpikan saja aku nggak kepikiran, atau bahkan nggak berani, hahaha. 😂 Hmm, kira-kira siapa ya, yang cocok? Aku tidak masalah siapa aja, tapi inginnya sih aktornya betulan bisa main piano. Biar feel-nya dapet gitu―yah, cuma harapan aja sih, hahaha.

Me: Eh, iyaa. Lebih greget kalo aktornya bisa main piano beneran ya 😂Verrel(?) kayaknya mantap dan bisa tuh. Lagi nih, adakah scene yang paling menguras emosi dan bikin kakak gregetan?

Kak Rifi: Ada, terutama scene-scene yang ada di tengah dan di akhir cerita. Kalau kusebutin di sini nanti spoiler dong. 😂 Pokoknya yang bagian cekcok dan konflik gitu. Waktu menulis bagian cekcoknya, aku ikutan merasa sebal saat menulis dialog tokohnya―juga berusaha menjadi menyebalkan di saat yang sama karena dialog kedua tokohnya kan aku sendiri yang tulis, hahaha.

Me: EH IYAAA AKU JUGA KESEL TAUK DI BAGIAN ITU! RASANYA PENGEN BANTING BUKUNYA TAPI SAYANG! (kalau penasaran, bisa kepoin review lengkapnya besok ya, gais wkwk). Nah, yang terakhir but not least nih, apa kira-kira pesan yang ingin kakak sampaikan kepada pembaca melalui The Man Who Plays Piano?

Pertama, aku ingin setiap orang yang membaca buku ini jadi makin kuat menjalani hidupnya. Pantang menyerah dan tidak putus asa walau terbentur kesedihan. Selalu ingat untuk bangkit lagi walau sempat terjatuh agar dapat mengadapi masa depan yang menyimpan harapan!

Kedua, semoga dengan membaca The Man Who Plays Piano, bisa makin sayang sama keluarga dan nggak menyia-nyiakan keberadaan mereka. 🙂

Ketiga, semoga novelku bisa menginspirasi untuk teman-teman yang ingin sekali jadi penulis, semangat terus dalam menggapai cita-citamu jadi penulis! Melalui novel The Man Who Plays Piano, aku juga ingin menunjukkan―terutama pada teman-teman yang ingin menulis novel―bahwa tidak perlu menjadi seperti orang lain untuk berkarya, cukup jadi dirimu sendiri dan kamu nyaman menuliskannya. Percaya dirilah dengan karyamu sendiri!

Terima kasih atas pertanyaan-pertanyaannya. Semoga terjawab, ya! 😁

Me: Ah, terima kasih kembali, Kak. Terima kasih karena bersedia meluangkan waktu untuk kekepoanku dan teman-teman yang lain. Bye, Kak! 😘

***

IMG_20180928_144538

Rangkaian blogtour ini juga bisa kamu ikuti di blog-blog lain. Jangan lupa dikepoin ya, karena… psst psst … bakal ada giveaway novel The Man Who Plays Piano di setiap host! Waaawww, mantul bukan?

19 – 21 SEPTEMBER 2018 : ATHAYA
Url Blog: http://theboochconsultant.blogspot.co.id/

22 – 24 SEPTEMBER 2018 : IKA MAYANG SARI
URL Blog : http://dumziebooks.blogspot.com/

25 – 27 SEPTEMBER 2018 : KHAIRISA RAMADHANI PRIMAWESTRI
URL Blog: http://krprimawestri.blogspot.co.id

28 – 30 SEPTEMBER 2018 : AINI EKA
Url blog: https://ainthebooks.wordpress.com/

1 – 3 OKTOBER 2018 : PIDA ALANDRIAN
URL Blog: https://collection-of-book.blogspot.co.id

4 – 6 OKTOBER 2018 : WAHYUNITRI WAGYO
URL Blog : https://simbaak.wordpress.com/

7 – 9 OKTOBER 2018 : RATNA KOMALASARI
URL Blog: www.blueshood.wordpress.com

10 – 12 OKTOBER 2018 : TASYA DEVI URL Blog:perpuskeciltasya.wordpress.com

13 – 15 OKTOBER 2018 : INTAN NOVRIZA KAMALA SARI Url Blog: http://www.ketimpukbuku.com/

16 – 18 OKTOBER 2018 : JURNAL BIE
Url Blog: Jurnallbie.blogspot.com

6 tanggapan untuk “[BLOGTOUR] Chit-Chat Bersama Rufin Dhi, Penulis The Man Who Plays Piano

  1. Ini obrolannya beneran chit-chat ya, bukan wawancara rasanya…hahaha.

    Dan, aku malah mau tahu alasan kamu menyarankan Verrel. Dia bagus ya? Gak pernah nonton film atau pun sinetronnya nih. Eh, ini Verrel yang pacarnya Wilona itu kan maksudnya? Takut salah paham 😀

  2. Ai wawancara sama ipin terasa nyaman banget ya… jangan-jangan Ai orangnya humble ni. Wawancara rasanya kayak curhat/chit chat sama temen sendiri gitu.

    Ipin aku penasaran sama isi cerita di novel kamu. Temanya bikin greget pengen peluk. 😂😂

  3. Ide bisa datang kapan aja dan di mana aja. Lagi main game aja bisa nemu ide. Apalah aku ini. Idenya cuma mikir mau makan apa. Semangat untuk Ipin untuk karya lainnya.

  4. Wah nama panggilanya Ipin 😂… Oh iya, permainan piano yang dimaksud itu Piano Tiles ya kak? Aku juga suka tuh mainnya, terutama pake musik nya Chopin..

    Pertanyaan nya seru banget ini, kaya wawancara kak 😂

  5. Wiiiih. Ngg nyangka. Penulisnya masih dua tahun di bawah aku lho. Luarbiasa. Mantap.

    Untuk piano sendiri sebenarnya aku ngg terlalu paham. Cuma sempat tahu sama Pianis terkemuka dunia- Mozart. Sekilas dengarnya aja sih, tapi jujur memang benar-benar keren. Yang pasti sangat layak lah jika dijadikan inspirasi ide untuk menulis. Mungkin bisa usul setelah ini gitaris akustik/jalanan yang diangkat jadi temanya. Aku suka gitar soalnya hehee *kenal langsung kagak, malah request yak hehe. Sampuuuun. Sukses

Type Your Coment Here^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s