Diposkan pada Blogtour, Twigora/Roro Raya Sejahtera

[BLOGTOUR] Chit-Chat Bersama Windry Ramadhina, Penulis Song for Alice

20181101_114645_0001

Halo, Manteman! Ada yang familier dengan sampul buku di bawah ini?

cover song for alice

Yha akhirnya rangkaian blog tour Song for Alice sampai juga di blog ini. Aku supeerrr excited ketika dipercaya untuk menjamu Arsen Rengga, rocker hits di jagad bookstagram! Apakah kamu bersemangat juga untuk menyimak dan mengikuti rangkaiannya?

Naahh, sebelum masuk ke sesi chit-chat bersama kak Windry, kita kenalan dulu dengan beliau yuk! Kalian pasti tidak asing dengan nama penulis yang satu ini kan meski belum pernah membaca karyanya? Hayo, ngaku! Oke, ini dia biodata singkat kak Windry:

WINDRY RAMADHINA lahir dan tinggal di Jakarta; percaya atau tidak, mampu mendengarkan berbagai bentuk rock, yang paling keras sekalipun. Dia menulis fiksi sejak 2007. Buku-bukunya banyak bercerita tentang cinta, kehidupan, impian, dan harapan. Song for Alice adalah bukunya yang kesebelas.

Windry suka membaca surat dan menjawab pertanyaan. Dia bisa dihubungi lewat e-mail windry.ramadhina@gmail.com, Instagram @beingfaye, atau blog http://www.windryramadhina.com

Wokeeys, karena kalian sudah kenalan dengan kak Windry, kita langsung masuk ke sesi wawancara. Enjoy!

***

Halo, Kak Windry! Kenalkan, aku Aini. Salah salah satu yang akan menjadi host blog tour novel Song for Alice. Mau tanya-tanya ya, Kak 😁

Dear Aini, sebelumnya terima kasih karena sudah mau ikut serta dalam Song for Alice Blog Tour. Saya senang sekali.

Sebagai penulis dari banyak buku, tentu setiap buku adalah anak kesayangan ya, Kak. Tapi, apa sih, poin plus yang membedakan Song For Alice dari novel-novel kakak yang lain?

Song for Alice membicarakan hal yang saya anggap sangat penting. Kehidupan. Saya selalu ingin menghargai kehidupan karena ia adalah kesempatan yang hanya datang satu kali dan kita tidak akan pernah tahu kapan ia akan berakhir. Konflik dan akhir cerita Song for Alice membantu saya mengekspresikan hal tersebut. Jadi, secara isi, bisa dibilang Song for Alice spesial. Set lokasi yang merupakan sekolah musik juga menjadi elemen yang menarik di Song for Alice (bahkan bagi saya). Saya belum pernah menggunakan set serupa sebelumnya. Selain itu, sekolah musik di Song for Alice terinspirasi dari kelas yang diikuti oleh anak saya setiap akhir pekan.

Karena novel ini tentang musik, pasti ada dong playlist lagu-lagu yang menemani kak Windry dalam menulis? Bagi-bagi daftar lagunya dong, Kak. Atau rekomendasikan kami lagu-lagu yang cocok didengarkan sambil membaca Song for Alice, plis! 😂

Harus saya akui, saya tidak terlalu merasa nyaman menulis sambil mendengarkan musik. Saya lebih suka menulis ditemani suara lingkungan sekitar seperti obrolan orang yang terdengar samar-samar, deru mobil yang lewat, dan semacamnya. Tetapi, ada beberapa lagu yang saya masukkan dalam Song for Alice. Barangkali, pembaca bisa mencoba mendengarkannya. Ada “Lyla”, “Fur Elise”, “Love’s Greeting”, “Pathetique”. Dengan begitu, pembaca bisa memahami apa yang saya maksud saat menuliskan lagu-lagu tersebut dalam Song for Alice.

Ah, ya. Seorang pembaca pernah berkata dalam sebuah review, “Buatlah sendiri playlist dari lagu-lagu kesukaanmu, dengarkan sambil membaca Song for Alice, dan secara ajaib kamu akan menemukan sesuatu yang sangat pas dari lagu-lagu tersebut untuk adegan-adegan di cerita.”

Huhuuu iya nih. Aku baca sambil dengerin “Für Elise” dan di bagian-bagian tertentu aku dengarkan “Nocturne” punya Chopin biar makin menyayat hatiiy. Adakah adegan atau bagian yang kak Windry favoritkan dalam novel ini, sampai menguras air mata atau banting laptop, mungkin? Kalau ada, boleh kasih bocoran teman-teman di bagian mana? Wkwk pis kak 😂😂

Adegan kesukaan saya ada di bab “Jutaan Bintang di Halaman Belakang” dan bab “Selamanya”. Alice dan Arsen merupakan salah satu pasangan kesukaan saya. Saya menyukai kebersamaan mereka, bagaimana keduanya berinteraksi, dan kehangatan yang mereka bagi. Adegan-adegan di dua bab tersebut merupakan masa-masa mereka yang paling bahagia dan saya senang melihat mereka bahagia.

Huwaaa aku juga suka banget dua bab ituuu. Saking sukanya aku sampe nangis, padahal itu bukan bagian sedih. Seriyus, ini nda bohong! Terus, bagaimana kak Windry menghidupkan dan membangun chemistry antara Alice-Arsen? 

Ini proses panjang. Sebelum menulis Song for Alice, saya selalu merencanakan setiap elemen secara saksama, termasuk tokoh. Saya berusaha mengembangkan tokoh seutuh mungkin, sehingga mereka terasa nyata dan memiliki banyak detail yang kaya seperti kita. Pada proses pengembangan itu, saya sudah harus menentukan karakter dasar Arsen dan Alice, sifat-sifat bagaimana yang akan menarik sekaligus hangat jika dipertemukan. Maka, hadirlah Arsen dan Alice yang bertolak belakang dalam banyak hal tetapi juga memiliki kesamaan yang dalam.

Saat penulisan, saya menggunakan detail-detail tersebut di sebanyak mungkin kesempatan. Chemistry dibentuk lewat gerak-gerik mereka, dialog, dan interaksi; dengan memasukkan perasaan mereka ke dalamnya agar tersampaikan ke pembaca.

Iya loh. Aku sering kesel sama tingkah Arsen, tapi karakter Alice ngimbangi dia banget bagiku. Makanya mau kesel banget itu nggak jadi, karena cara Alice menyikapi Arsen wkwk. Ohiya, aku dan mungkin pembaca lain bercita-cita supaya bisa menulis, bagi-bagi tips supaya istiqomah dalam menulis dong, Kak! Soalnya suka mandek di tengah jalan 😭

Tujuan paling sederhana dari menulis adalah menyelesaikan sebuah naskah. Sebagian mencapainya dengan mudah, sebagian mungkin memiliki kesulitan. Untuk menyelesaikan novel, diperlukan komitmen yang kuat. Komitmen yang kuat ditentukan oleh motivasi, alasan kita menulis. Saat komitmen menurun, cobalah untuk mengingat-ingat apa tujuan sebenarnya kita menulis. Mengingat tujuan, bisa meningkatkan kembali komitmen. Jika itu masih kurang, bergabunglah dengan komunitas penulis–besar atau kecil tidak penting. Keberadaan penulis-penulis lain bisa menambah semangat. Mereka juga bisa membantu saat kita bingung atau mengalami kebuntuan.

Tetapi, menyelesaikan sebuah naskah saja tidak cukup. Tulislah naskah itu dengan baik. Pelajari bahasa, pahami penggunaannya, dan terapkan secara cerdas. Dengan begitu, secara teknis, tulisan kita akan berkualitas. Setelah masalah teknis terpenuhi, kita harus mulai berpikir mengenai kandungan tulisan kita. Apakah memiliki nilai atau tidak? Apakah memberikan manfaat kepada pembaca–atau paling tidak diri kita sendiri? Karena, menulis bisa lebih dari sekadar berbagi cerita.

Demikian, Aini. Semoga blog tour nanti berjalan lancar. Selamat bersenang-senang, ya.

Aahhh, terima kasih banyak, Kak, telah bersedia menjawab kekepoanku. Selamat bersenang-senang! Sampai jumpa di karya kak Windry yang lain 😍

***

Yhaaa berakhir sudah sesi chit-chat bersama kak Windry! Ohyaaa jangan lupa kunjungi blog-blog lain kalau kalian ingin tahu lebih banyak tentang Song for Alice atau seputar karya kak Windry yang lain!

Banner

20 – 22 OKTOBER 2018 2018: ORINTHIA LEE
URL Blog: http://orinthiaandbooks.blogspot.com/

23 – 25 OKTOBER 2018: LUCKTY GIYAN SUKARNO
Url Blog: https://luckty.wordpress.com/

26 – 28 OKTOBER 2018: PUTU RINI CIPTA RAHAYU
Url blog : http://rinspiration95.blogspot.com

29 – 31 OKTOBER 2018 : MELANI I. S
Url blog : http://www.menukilaksara.blogspot.com

1 – 3 NOVEMBER 2018: AINI EKA
Url blog: https://ainthebooks.wordpress.com/

4 – 6 NOVEMBER 2018 2018: ILMI FADILLAH
Url.Blog: http://ilmifadillah.blogspot.com/

7 – 9 NOVEMBER 2018 2018: KHAIRISA RAMADHANI PRIMAWESTRI
Url.Blog: http://krprimawestri.blogspot.co.id

22 tanggapan untuk “[BLOGTOUR] Chit-Chat Bersama Windry Ramadhina, Penulis Song for Alice

  1. Aku jadi penasaran dehh kak sama novelnyaa,, semoga nnti saat ada Giveaway, aku bisa mendapatkan novel ini. Novel yang membiat aku penasaran dan sepertinya ceritanya cukup menarik 😍💖

  2. Btw, aku sudah pernah ketemu langsung sama kak Windry lho Ai 😉😉😉. Waktu itu meet up Roro Raya Sejahtera juga, dan aslinya kak Windry lebih cakep dibanding poto yang suka ada di cover buku😉.
    Banyak yang ngasih rating bagus sama buku ini, jadi bikin penasaran😍😍.

    1. Huwaaa lucky banget kaak 😭😭 kapan yhaa kak Windry main-main ke Kaltim, banyak fansnya nih di sini :”))

  3. waah kak dari membaca obrolan kakak aku juga dapat ilmunya, jadi gak hanya sekedar membaca dan tahu tapi ada ilmunya juga di obrolan ka ai dengan kak windry

  4. Menurutku kak Windry Ramadhina adalah seorang penulis paket komplit, ide ide dasar dalam karya karyanya begitu pas, lalu dieksekusi dengan sangat baik, didukung tim tim andalan sehingga membuat buku tersebut menjadi berkilau terang daripada karya lainnya. Gak tahu lagi deh, semoga kesuksesan dan keberhasilan kakak tidak pernah terputus.

    Novel song For Alice ini sepertinya bakal ngajarin saya buat introspeksi diri juga deh mengenai menjaga kepercayaan menjaga hati menjaga semua utuh baik baik saja. Semua memang tidaklah mudah dijaga tapi bukan berarti juga sulit. Akan selalu ada cara terbaik untuk menjaga utuh kepercayaan hati orang lain.
    .
    .
    Saya gak tahu ya, saya merasa mendapat pencerahan setelah baca chit chat, review blog, dan bahkan kolom giveaway menjadi media saya menyalurkan kekaguman, dan kesukaan saya pada Karya Karya Kak Windry.

    Selain itu saya juga berterima kasih karena kak Windry di sesi chit chat juga telah memberikan tips soal Istiqomah atau komitmen awal menulis. Itu benar benar inspirasi banget buat pembaca yang bercita cita menjadi penulis (seperti saya khususnya)
    .
    Kagum sekali saya sama kak Windry Ramadhina, penulis dengan kemampuan membuat hati menghangat sebab kata kata yang disusunnya ini. salut banget. Makasih, dan maaf banget atas keceriwisan saya untuk karya karya kak Windry

    1. Iya, paket komplit banget. Karya-karyanya selalu memorable bagi pembacanya. Aku sendiri cukup nyesel kenapa dulu takut untuk membaca karya kak Windry. Setelah mencoba Song for Alice, aku jadi kepengin baca karyanya yang lain.

  5. Selalu mengikuti tulisan mba windry, yang selalu sendu-sendu tapi tak mudah terlupakan. Kali ini moga berjodoh dengan Abang Arsen…

  6. Aku suka banget nih cara kak Windry membalas pertanyaan kak Ain, detail dan dalem banget yaa. Aku jadi sedikit paham mengenai pembuatan novel Song For Alice ini.

    Hmm bab “Jutaan Bintang di Halaman Belakang” dan bab “Selamanya” (lagi) aku jadi semakin penasaran sama 2 bab itu kak, ada apa sih? wkw jadi pengen baca novelnya deh.

  7. Kata kak Windry, Song for Alice adalah novel spesial dan berbeda dari novel² sebelumnya (aku udah baca beberapa novel kak Windry yg lain).. Makanya aku pengen baca ini supaya merasakan sendiri perbedaannya😊.. lagian aku masih buta soal dunia musik, taunya cuma not do re mi fa sol la si do dan sebaliknya hahaha😂

  8. Keren ya, menulis karena menghargai kehidupan.

    Terus tips menulisnya itu lho, nulis kudu memberi nilai dan manfaat buat pembacanya ya. Nggak boleh sembarangan (kayak aku). 😥

  9. Maafkan keawamanku yang hanya mengenal Fur Elise dari judul-judul yang direkomandasikan….hehe

    Seneng baca jawaban Kak Windry ini ya. Detail dan informatif sekali. Membuatku membayangkan sosoknya dalam kehidupan sehari-hari ini

  10. Sama seperti Kak Windry, entah kenapa aku juga belum bisa menerapkan membaca ditemani alunan musik, seringnya malah fokus ke musiknya daripada ke isi ceritanya HAHAA. Aku lebih suka membaca sendirian, di tempat sepi, bahkan terkadang aku sendiri merasa suara hatiku terdengar nyata rasanya sangking sepinya. Yaah, untuk meresapi buku tipe membacaku ya seperti ini- ngg boleh diganggu HEHE.

    Btw, aku menyukai semua karya Kak Windry sejak Orange 😉

  11. bikin tambah penasaran, sampe sekarang aku belum bisa juga baca sambil dengerin musik harus baca ditempat yang sepi baru bisa bener bener menghayati hahha

  12. Uwah jadi penasaran sm cerita full nya…. ngebaca chit chat ini dan chit chat di blogtour sebelumnya terasa banget kalau kak Windry itu orngnya ramah banget jadi 9engen ketemu…huhuhu…

  13. Suka sama jawaban dari kak windry yg bagian bagaimana caranya atau tips untuk semangat lagi dalam hal menulis, yg membuatku semangat 45 untuk melanjutkan menulis Dan aku setuju sama pendapat kaka *tos dari jauh kak jikalau lagi menulis lebih suka ditemenin sama suara lingkungan sekitar, deru mobil dan lain lain yg ntah kadang ide tuh muncul untuk lanjutin isi cerita 😂

Type Your Coment Here^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s