Diposkan pada Blogtour, Lokal, Review, Twigora/Roro Raya Sejahtera

[BLOGTOUR] Review Song for Alice, Bonus Photo Challenge Warbynasa

20181102_151835_0001

Judul: SONG FOR ALICE

Penulis: WINDRY RAMADHINA

Edisi; dimensi: SC; 14 x 20 cm

Jumlah Halaman: 328 halaman

ISBN: 978-602-51290-7-0

Harga: Rp 85,000

Mencintaimu adalah penantian yang panjang.


SEPERTI APA CINTA MENINGGALKANMU
ADALAH SESUATU YANG TERAMAT SULIT KAU LUPAKAN.

Bagi Arsen, pulang berarti kembali pada Alice—perempuan pertama yang mencuri hatinya dua belas tahun lalu. Sore itu adalah pertemuan pertama mereka setelah lama tak bertemu. Arsen menarik Alice ke dalam pelukannya, berusaha mengingatkan perempuan itu pada sejarah mereka dulu. Namun yang membersit di benak Alice hanya sakit hati… ditinggal pergi Arsen di saat dia benar-benar jatuh cinta.

Memang benar, Alice selalu merindukan Arsen. Ketertarikan di antara mereka masih memercik api seperti dulu. Namun masa lalu adalah pelajaran yang teramat berharga bagi perempuan itu. Arsen adalah orang yang membuat Alice merasa paling bahagia di muka bumi, juga yang bertanggung jawab membuatnya menangis tersedu-sedu.

Sekuat tenaga Alice mencoba menerima kembali kehadiran Arsen dalam hidupnya. Membiasakan diri dengan senyumnya, tawanya, gerak-gerik saat berada di ruang tengah; bahkan harus meredam gejolak perasaan atas kecupan hangat Arsen di suatu malam. Terlepas dari kenyataan Arsen membuat Alice jatuh cinta sekali lagi, ada pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab: pantaskah laki-laki itu diberi kesempatan kedua?

cover song for alice

***

IMG_20181102_184018

Song for Alice bercerita tentang Arsen Rengga, musisi rock yang sedang naik daun berusaha menggapai kembali kesempatan untuk bersama-sama dengan Alice. Premisnya sederhana, tetapi bagaimana kak Windry mengeksekusinya, jauh dari kata sederhana.

Sekilas, aku membayangkan bakal mendapati kisah Song for Alice akan menjadi kisah yang ceria dan penuh gemerlap kehidupan bintang rock papan atas. Bagian gemerlapnya benar, Arsen terjerumus dalam kenikmatan pub dan minuman keras!

Andaikan hal ini tidak memengaruhi kemampuannya menciptakan lagu rock yang “Arsen banget”, barangkali itu menjadi hal yang wajar. Kehidupan mentereng ala artis, cenderung mengabaikan kepantasan asalkan penjualan album tetap tinggi. Pun dengan Arsen, album baru yang dianggap mentah pun tak diambil pusing, toh album itu laris manis di pasaran. Tiket konsernya selalu habis terjual.

Namun, semua itu berubah ketika Arsen mengalami kecelakaan. Kemudian ia memutuskan untuk pulang–kembali kepada Alice, perempuan yang ditinggalkan ketika sedang cinta-cintanya. Dari sinilah kisah kedua dan usaha mendapatkan kesempatan kedua dimulai. Usaha-usaha Arsen untuk mengambil kembali hati Alice, yang sempat disakitinya dengan parah.

IMG_20181102_183907

Sampai di sini, aku menyimpulkan bahwa aku tidak menyukai Arsen karena keegoisannya. Super duper egois! Mutlak! Ia meninggalkan Alice, meninggalkan band amatirnya, dan yangbpaling menyakitkan, meninggalkan sekolah musik ketika dalam kondisi nyaris kolaps akibat resesi. Semuanya demi mengejar impian untuk debut menjadi rocker ngetop.

Tapi harus diakui aku tidak bisa membenci karakternya terlalu lama. Semakin jauh aku mambuka halaman Song for Alice, aku semakin mendapatu bahwa Arsen bisa saja aku, kamu, kalian. Bahkan aku mendapati bahwa Arsen ini sangat manusiawi, siapa sih yang bakal berpikir dua kali jika kesempatan untuk meraih impian akhirnya didapat?

Harus kuakui juga, kalau karakter Arsen akhirnya menjadi karakter yang memorable. Buakn karena ia jago gitar, mencipta lagu romantis, atau rocker terkenal. Malainkan karena bagaimana kak Windry membuat karakter Arsen mengalami perkembangan yang signifikan dengan cara yang smooth. Jadi pembaca bisa merasakan perubahannya, tapi tidak dikejutkan dengan perubahan mendadak hingga membuatnya menjadi plinplan.

IMG_20181102_183944

Bergeser ke karakter Alice, yang secara mengejutkan menjadi karakter favoritku di novel ini. Alice keras kepala, tidak mudah luluh oleh bujukan dan permintaan maaf Arsen. Meski demikian, ia juga sangat perhatian. Seperti memerhatikan hal-hal sesederhana sarapan untuk Arsen, meski dalam hati ia masih marah dan enggan untuk memaafkan.

Ohiya, novel Song for Alice juga banyak menyoroti tentang sekolah musik milik keluarga Alice, Lilt. Lilt menjadi salah satu setting utama dalam novel ini, dan bagiku nuansa sekolah musik yang suram akibat resesi sangat terasa di sini. Bagaimana putus asanya Alice berusaha mempertahankan Lilt supaya tidak ambruk benar-benar digambarkan dengan bagus.

Benar kata kak Windry dalam sesi wawancara kemarin. Novel ini membawakan kisah tentang kehidupan. Bagaimana kita menjalani hidup, menghidupkan hidup itu sendiri. Tidak ada yang tahu sampai kapan kita bertahan dalam fase kehidupan, tetapi kita berusaha untuk membuat hidup kita menjadi berarti, dengan menjadi bahagi, memberi kebahagiaan. Itulah yang kutangkap dalam novel ini, bagaimana Arsen dan Alice memilih bagaimana menjalani hidup mereka.

IMG_20181102_184037

Jujur, secara tidak sengaja dan secara berkala aku sudah terspoiler bagaimana kisah ini akan berjalan dan berakhir. Namun, membacanya sendiri tetap membuatku banjir air mata. Terbuai oleh gaya tulisan kak Windry, menuliskan adegan yang sudah terbaca pun aku tetap bercucuran air mata.

Aku kurang nyaman dengan dialog yang terkesan kaku, terutama karena setting tempat novel di Jakarta. Aku merasa semacam kurang natural gitu. Tapi selain itu, aku menikmati novel ini. Dan aku sangat merekomendasikan novel ini bagi kalian yang menyukai kisah romansa dan new adult yang mampu mencabik-cabik jiwa.

Ohiya, jangan lupa dengan Für Elise sembari membaca buku ini bagi kalian yang tidak bisa menerima musik rock, ya! Tambahin Nocturne versi apa aja dadi Chopin kalau sudah di bagian-bagian yang sedih, dijamin makin yahud!

***

Photo challenge time!

Maaf fotonya seadanya, ini pun nyuri-nyuri jepret dadakan di ruang rawat inap ayahku :”) Nih, bonus gambar makku juga wkwk.

PicsArt_11-02-06.32.57

Jangan lupa ikuti rangkaian blog tour Song for Alice di lapak teman-teman blogger lain. Jangan lupa juga kalo besok ada giveaway novel ini!

Banner

23 tanggapan untuk “[BLOGTOUR] Review Song for Alice, Bonus Photo Challenge Warbynasa

  1. Ini sih genre kesukaanku 😍😍😍. Fiksi romance yg bikin baper, yg kalau baca perlu siapin tisu. Kayaknya sih gitu soalnya bisa bikin Aini yang ceria aja bercucuran air mata. Duhhh, baca Arsen kok aku malah ngebayangin Ariel Noah ya😆.

  2. kok ceritanya kayak ada manis-manis pahitnya gitu yak kayak bakal baper parah sama cerita ini, dan juga dari reviewnya mengandung cerita mengenai kehidupan aku jadi penasaran kehidupan seperti apa yang disajikan dalam cerita ini

  3. Aku suka quote ini bukan tentang memaafkan atau tidak, tapi aku bisa percaya lagi apa tidak. Hmmmhhh jadi begitulah harga sebuah percaya. Berat memang menjaganya. Semoga di kehidupan nyata saya dapat menjaga kepercayaan banyak orang pada saya pribadi, pada pekerjaan saya, sikap dan juga kata kata saya. Sekali kepercayaan itu rusak memang sudah untuk membangunnya kembali.

  4. ReplyNah kan, pemusik Rock seperti dugaanku. Bandel, pemabuk dan yangjelek-jelek lainnya. Soalnya dari penampilan aja udah memberikan hawa-hawa kurang baik, aku tau gak boleh lihat orang dari penampilannya, walaupun gak semua pemusikrock seperti dugaanku sih, tetapi rata-ratanya kan begitu.Baca novel ini emosi terkuras banget kayaknya yaa kak, aku makin penasaran nih yang bikin Arsen pulang tuh apa? Dan bagaimana sih si Arsen dan Alice ini bisa ketemu? Ih Arsen sama Alice ini bagai langit dan bumi yaa sifatnya.Betewey baca ini harus siapin tisu sebanyak-banyak yaa kak? Nyesek bgt kayaknya, dan aku malah gemes sama pinguinnya nih😀 tadinya pas baca review kakak ikut emosi juga, tapi diredain pas liat pinguin gemash nya😍

  5. Aku penasaran usaha Arsen untuk mengambil kembali hati Alice yg udah disakiti dan ditinggalkan secara sepihak saat lagi cinta-cintanya.. Nyesek bgt itu kalo seumpama di posisi Alice😭

  6. “Tidak ada yang tahu sampai kapan kita bertahan dalam fase kehidupan, tetapi kita berusaha untuk membuat hidup kita menjadi berarti, dengan menjadi bahagi, memberi kebahagiaan.”

    Ini yang wajib dipahami ya. Kita harus bahagia untuk bisa membuat orang lain bahagia.

    Sepertinya akan banyak sajian quote untuk dinikmati ya kalau baca novel ini.

  7. Sebelumnya semoga Ayahnya Kak Ainy segera sembuh yaaa! Aaamiiin.

    Bukan Kak Windry namanya kalau ngg bisa menghadirkan tokoh yang loveable dan terasa nyata di mata pembaca. It’s so love 😉

  8. Racunnya berhasil kak😣, penulisan review kaka juga keren… jd makin penasaran setelah baca review kaka di tambah sama review- review dr blogtour sebelumnya…😭

Type Your Coment Here^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s