Diposkan pada Blogtour, GagasMedia, Lokal, Review

[BLOGTOUR] Persimpangan: Demi Cinta, Lanjutkan atau Tinggalkan?

2019-07-16 03.51.20 1-01.jpegJudul: Persimpangan⁣
Penulis: Hasan Aspahani⁣
Penerbit: Gagasmedia⁣
Tahun terbit: 2019⁣
Tebal: 219 halaman⁣
ISBN: 978-979-780-939-2⁣

IMG_20190715_203017_262

Pertama, sampulnya sangat menarik! Ide sampul seperti ini untuk sebuah novel sangat out of the box menurutku. Sederhana tapi cukup eye-cathing dan memancing penasaran.⁣

Kedua, sangat terkesan dengan biografi penulis di halaman sampul belakang. Hasan Aspahani ternyata penulis biografi Chairil yang memenangkan penghargaan sastra dari Badan Bahasa Kementrian Pendidikan. Selain itu, disebutkan bahwa penulis sangat akrab dan ternyata merupakan orang dibalik beberapa situs puisi!⁣

———————-

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat membuat banyak perusahaan mengekspansi bisnisnya ke platform online. Termasuk majalah Halo, tempat Habel mengabdikan diri sebagai wartawan, kini tak lagi memproduksi majalah cetak.⁣

Habel memilih mengundurkan diri karena media online tidak cocok untuk dirinya, yang menyukai liputan yang mendalam. Pengunduran diri ini membuat Habel mendapat penawaran menjadi penulis lepas dari Sang Legenda. Dari sinilah kemudian Habel memulai perjalanan menuju arah timur Indonesia untuk meliput.⁣

Premis kisah tentang perjalanan memang sederhana. Namun, eksekusinya sama sekali tidak sederhana. Aku berkali-kali takjub dengan banyaknya informasi yang diselipkan ke dalam setiap perjalanan Habel. Seperti perhentiannya di Banyuwangi, penjabaran tentang suku Using benar-benar mindblowing. 6 tahun aku berbicara bahasa Using, tapi sama sekali tidak memahami sejarah suku tersebut.⁣

Tagline “Perjalanan Melupakan Kehilangan” awalnya membuatku membayangkan kisah tentang pemuda yang berpetualangan untuk melupakan kehilangan kekasih. Ternyata, Persimpangan menyajikan lebih dari itu.⁣

Perjalanan ke tempat-tempat yang dipilih Habel secara random atau tidak terencana sungguh menarik. Banyak isu nonpopuler yang diangkat penulis dalam setiap perhentian Habel.⁣

Di Semarang, mungkin kita terbuai dengan Kemah Sastra, tapi tiada yang menyangka bahwa di tempat kelahiran banyak penyair ini juga menyisakan luka akibat kelompok kiri Indonesia. Pun dengan Bali, yang namanya mentereng karena merupakan ujung tombak tujuan wisata negeri, terkenal dengan sistem irigasinya, ternyata penduduknya kekurangan air. Plus, segudang hal lain yang tumpang tindih mengisi novel ini.⁣

Jadi, apa makna “Perjalanan Melupakan Kehilangan” itu? Bagiku, hal tersebut berarti pembalasan dendam. Habel yang kecewa dengan hilangnya status sebagai wartawan Halo, melampiaskannya dengan liputan sebagi penulis lepas ke tempat-tempat tak terduga dan perjalanan tak terencana.⁣

Habel dan kisah perjalanannya memang memikat, tapi aku merasa terlalu banyak kebetulan yang terjadi. Kebetulan-kebetulan yang membuat Habel selalu bertemu dengan orang yang berhubungan dengan Sang Legenda, bosnya. Hal ini membuat kesan tak terencana yang berusa disampaikan menjadi sia-sia.

Habel seolah tidak bisa lepas dari bayang-bayang Sang Legenda karena ke mana pun ia pergi, Sang Legenda selalu “menyertainya”. Memang oke bila Sang Legenda dijadikan satu benang merah yang menghubungkan titik-titik perhentian Habel. Namun, penggalian karakternya terasa nanggung, bahkan hingga halaman terakhir ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Aku berharap ada kisah lanjutan untuk perjalanan Habel karena kisahnya sangat potensial untuk dikembangkan lebih jauh.

Lebih dari itu, aku dibuat terlena dengan gaya bercerita penulis. Banyak kalimat-kalimat puitis, mendayu, dan membuai hingga aku betah membacanya. Biasanya gaya seperti bukan tipe yang bakal kupilih karena aku lebih menyukai tipe penyampaian yang lugas. Tapi Persimpangan menjadi pengecualian, aku tidak bisa berhenti membaca sebelum mencapai halaman akhir.

Satu hal lain yang membuatku begitu menyukai buku ini adalah, pada tiap awal bab ada ilustrasi dan puisi! Benar-benar menjadi nilai plus untuk buku ini. Terlebih, puisi-puisinya sangat cantik dan cukup merepresentasikan isi bab yang mengikutinya.

Banyak sekali tokoh-tokoh yang ada dalam buku ini. Tempat baru membuat Habel bertemu dengan banyak wajah baru. Namun, uniknya, hampir semua tokohnya menjadi tokih yang cukup memorable karena memiliki karakteristik yang berbeda. Penggunaan nama-nama julukan bagi beberapa tokohnya seperti Sang Legenda, Sang Penulis, dan lain-lain menjadikannya mudah melekat dalam ingatan.

Simpulannya, aku sangat merekomendasikan novel ini untuk kalian yang ingin sajian berbeda dalam novel bertema perjalanan. Banyak informasi dan perspektif baru yang bisa didapat dari novel setebal 209 halaman ini!

Booktour buku Persimpangan dapat juga kamu ikuti di blog dan akun Instagram berikut:

IMG_20190717_205722_239

Type Your Coment Here^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s